Astungkara

"Saya tunggu 2 tahun lagi di JCC. Tersematkan gelar sarjana pendidikan di belakang namamu. Di sanalah air mata kebahagiaan keluar dari mata kedua orang tuamu."

Masih teringat perkataan Pak Asrudin—salah satu dosen favorit—sekitar 2 tahun lalu. Perkataan mendalam yang selalu terngiang di hari-hari selanjutnya. Perkataan yang membuat saya sadar bahwasanya kelulusan dan gelar sarjana adalah dua hal yang sangat dinantikan oleh kedua orang tua.  

Setelah sebelumnya gagal melanjutkan perkuliahan di salah satu perguruan tinggi negeri di Jawa Barat, saya memutuskan untuk memulai kembali lembaran baru. Pindah kuliah dari kampus negeri ke kampus swasta ibu kota yang terkenal telah melahirkan banyak guru berkualitas. Melanjutkan jejak perjuangan kedua orang tua dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Menjadi guru tentu saja bukan cita-cita saya dari kecil. Namun begitu, saya begitu menikmati proses perkuliahan selama 4 tahun di program studi pendidikan guru sekolah dasar. Mengenal teman-teman seperjuangan dengan latar belakang yang berbeda. Berinteraksi dengan bapak/ibu dosen yang kadang menyebalkan. Ditempatkan magang di salah satu sekolah yang memberikan begitu banyak pengalaman berharga. Berkomunikasi intens dengan anak murid dan mendapatkan banyak sekali feedback baik. Juga banyak hal lain yang tak bisa disebutkan satu per satu.

Layaknya roda yang berputar, banyak sekali manis pahit yang harus dilewati selama 4 tahun ini. Mulai dari pandemi covid-19 yang menghambat proses perkuliahan. Dosen menyebalkan yang seringkali menyusahkan mahasiswa. Manis pahit menjadi mahasiswa magang. Skripsi yang judulnya diubah berkali-kali oleh dosen pembimbing. Juga proses penyusunan tugas akhir yang menguras emosional. Namun tetap saja, di balik itu semua saya mendapatkan banyak sekali pelajaran berarti dari segala dimensi.

Empat tahun berlalu, kini saatnya saya memberikan kado terindah kepada keluarga, khususnya kedua orang tua. Kado yang berisikan sebuah harap yang telah lama dinanti. Sebuah harap yang di dalamnya banyak sekali doa-doa baik untuk diri ini.

Teruntuk keluarga tercinta; Terima kasih atas segala dukungannya, baik materi maupun moril. Terima kasih telah menjadi tempat yang nyaman untuk pulang. Terima kasih atas doa yang tak pernah henti. Juga sokongan keuangan yang begitu berarti. 

Teruntuk teman-teman seperjuangan; Terima kasih karena selalu ada di situasi apapun. Tempat pulang ternyaman setelah keluarga. Tak sedikit pun keberatan diajak susah. Seringkali menghabiskan malam dengan obrolan yang tak ada habisnya, tentang hidup, mati, cinta, dan masa depan. Terima kasih juga telah memberi dukungan berarti satu sama lain. Selamat sarjana untuk kita! Selamat meraih apa yang kita cita!

Jakarta, 26 Desember 2023

Posting Komentar

0 Komentar