Namun perkembangan teknologi begitu terasa, dari yang awalnya informasi berbasis tulisan, saat ini informasi lebih banyak ditampilkan melalui video, salah satunya platform TikTok. Selain lebih lengkap, pengalaman berlibur pun jadi lebih nyata ketika kita melihat tayangan video. Kini TikTok menjadi platform pilihan bagi banyak orang untuk mendapatkan informasi dan referensi berlibur. Begitu juga saya, menjadikan TikTok sebagai wadah untuk bercerita dan membagikan pengalaman perjalanan. Bukan hanya itu, migrasi ke TikTok telah menghasilkan keuntungan bagi saya, walau tetap saja tak bisa dijadikan penghasilan utama.
Tapi saya akan mengusahakan blog ini sebagai tempat bercerita dan berbagi pengalaman. Karena saya yakin, ada rasa tersendiri ketika menulis cerita perjalanan. Menulis bukan untuk orang lain, tapi untuk diri sendiri. Selanjutnya, di 2026 ini akan saya ceritakan betapa dinginnya Wonosobo, bersahajanya Purwokerto, derasnya aliran Sungai Serayu, Yogyakarta yang istimewa, Solo yang nggak kalah spesial, Wonogiri yang tenang, beberapa puncak baru di Bogor, syahdunya Surabaya di waktu malam, sejuknya Malang di musim hujan, suka duka pelayaran di atas Kapal Pelni, panjangnya jarak antara Surabaya dengan Makassar, panasnya Kota Daeng, tenangnya laut di kaki Gunung Moncong Lompobatang, cantiknya Kota Baubau di waktu senja, kawanan lumba-lumba di pesisir barat Pulau Buton, tenangnya Kota Namlea di tengah belantara Pulau Buru, ganasnya ombak Laut Banda, Kota Ambon yang begitu manis, teduhnya laut di Negeri Liang, Pulau Haruku yang menawan di kejauhan, cerita tentang Pulau Seram, juga negeri-negeri cantik di Maluku Tengah.
Bukan janji, tapi akan diusahakan, agar cantiknya perjalanan bisa diabadikan dalam tulisan.
Bogor, 21 Januari 2026

0 Komentar